Cemburu Karena Cinta

Antara sebel, pusing dan males...

abah dan cucunya

Abahku yang sudah 60taun, masih saja banyak penggemarnya... Dari ibu-ibu usia 30an sampai yang 50an. Selalu ada yang telp dan mengirim sms, dan kalau sudah ngobrol...masyaallah...bisa sampai 1jam . Tenar sih tenar...tapi mbok ya di cut gitu lhoo...lihat sikon, ada istri dan anak cucu. Anak dan cucu sih ndak masalah, tapi...istri kan jadi senewen.
Beberapa malam yang lalu, ada yang menghubungi abah jam 23.30 katanya mau curhat. Abah memanggil 'fans'nya itu mami... Ibu yang denger dari kamar (tiap kali abah bangun, ibu pasti terjaga) langsung curiga. Langsung deh, cincing menguping pembicaraan abah. Karena menguping dapatnya informasi juga sepotong-sepotong, cemburu menguasai.

Esok paginya, ibu cerita ke aku tentang telp malam-malam tsb. Katanya 'fans' itu janda beranak 6...dll. Aduh...kepalaku langsung senut-senut...alamat bakal ada 'abg' nangis-nangis patah hati dan merajuk. Yah...begitulah ibundaku...cinta buta, cinta setengah mati ke abah.
Padahal ya usia ibu masih 47tahun, gendong cucu saja masih dikira gendong anak bungsu . Tapi kok segitunya kalau ke abah. Mbok ya dibiarin saja, kliyatan banget kalau cinta...duhh...
ibunda


Pagi itu, aku cuma memberi saran...supaya ibu tetep cool...ndak usah dipikir...paling itu lagi darurat mau curhat. Tetapi...ibu yang sudah kadung cemburu langsung menodong abah untuk klarifikasi telpon tsb...ya wis deh...sukses...makin cemburu, jengkel, diubek jadi satu... Abah kan tidak mau memberikan penjelasan...cuma bilang "itu hanya fans biasa".



Dan sekarang...ibu masih gundah gulana...meratapi abah yang selalu dikerumuni ibu-ibu lainnya.
Sementara aku...merasa lelah lahir batin nenangin ibunda yang cemburu buta.



Hidup ini dinikmati... Bahagia, dinikmati...susah juga dinikmati... :) insyaallah pikiran lapang, hati tenang, hidup juga menyenangkan...

Belajar Dari Teguran

Hiksss...hiksss...hikssss

Sebenernya ya...Paling malesssss bangetttt kalau ditegor...cuman masalahna...aku emang salah...
Salahnya ndak yang penting sih, ya...terlalu banyak memberikan informasi saja. Harusnya kami tampil seolah-olah tidak ngerti apa-apa, jadi cuma konfirmasi yang penting-penting saja [maunya bigboss]. Karena aku terlalu lebay, info q share terlalu banyak ke pusat .. Sukseslah...aku dicuci oleh bigboss via ym.

  "Yang kita perlukan itu bla...bla...bla...jadi fokus itu...jangan bla..bla...bla..."

Kalau sudah pencucian seperti ini lebih baik diam, di baca, perhatikan, di catat, di simpan dan dilaksanakan untuk seterusnya. Jawaban dari kita tidak diperlukan, cukup "baik pak".
Dan sekarang posisiku...nanar menatap YM dari atasan jadi pengen nangiss...huehuehuehue... [gini aja kok nangis]
Sudah bisa dipastikan nih, besok di kantor atasan akan memanggilku dan memberikan wejangan2 indahnya sambil berkata "kamu sudah aku anggep adek bungsuku" nahh lhoohhhh....makin sesek deh pengen mengganti detik konfirmasi email tadi...
Untuk teguran yang aku terima masih di kadar minim banget, cuma hawanya langsung ngerasa extra bersalahhh. Dari yang kecil-kecil ini yang tidak bisa kita abaikan, harus dibenerin. Ini akan membangun kita kedepannya.

Mendapatkan teguran dan kritikan, itu kan artinya kita masih diperhatikan oleh beliau-beliau. Mereka menegur juga untuk kebaikan kita senditi. Dari teguran-teguran tersebut kita dapatkan ilmu lebih banyak... Insyaallah.

Smangadddd

Hari ini harus lebih semangat dari kemarin :D

TT___TT sukses menyiksa diri, jadi pengen beliiii...huehuehue...

Bismillah... Ada peluang, sebaiknya q ambil :) **terima kasih advisenya pak bos**

Aku Tua Terlalu Dini

Entah kenapa, aku merasa pemikiranku begitu tua. Apa yang menurut teman-teman sebayaku suatu hal yang sangat berat, menurutku biasa saja. Sampai teman-teman terdekatku sering protes terhadap sikapku. Mereka ribut curhat tentang pacar sampai nangis-nangis, aku santai saja...

"lha cuma masalah gitu saja kok nangis... Misalkan putus, ya cari saja yang baru".
**langsung deh stop nangis, dia pulang menahan marah**

Masalah yang kita hadapi kan tidak akan selesai hanya dengan nangis, marah-marah atau pun ngamuk. Mending dicari solusinya yang baik buat diri sendiri dan sekitar. Bosen juga kan tiap saat dengerin masalah yang sama, yang sebenarnya hanya perlu olah pikiran dan pengendalian diri. Ini menurutku, persepsi orang beda-beda lho.

Orang yang baru kenal aku, sering menganggap aku sosok yang sangat serius. Yang tidak bisa diajak bercanda atau pun main-main. Padahal, aku berusaha membagi setiap hal-hal yang aku temui pada kamar-kamar yang berbeda di otakku. Kalau memang waktunya bercanda, ya wajarlah kalau ngakak. Berbeda kalau kita ada di kantor, itu waktu bekerja. Bukan mau sok sibuk atau sok loyal, tapi memang ada porsi dan tempat masing-masing hal dengan tanggungjawab yang berbeda pula.

Harus bisa menempatkan diri di mana posisi kita, di mana tempat kita. Ketika kerja di dunia pendidikan, ya hendaknya menulis tentang hal-hal yang wajar. Tidak mungkin kan sebagai seorang pengajar mengatakan banyak membaca itu sama dengan banyak bingung. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan pengetahuan kalau tidak membaca. Beda lagi kalau bekerja di tour and travel, masa kita mau bilang jalan-jalan sama dengan membuang uang?
Karakter kita terlihat dari apa yang kita tulis atau kita ucapkan.
Teman-teman sering melupakan aturan tak tertulis ini. Bahwa pembawaan diri menjadi modal utama kita dalam hubungan dengan relasi kita.

Orang yang benar-benar mengenalku, mereka akan melihatku sebagai sosok yang manja, cerewet, dan lebay. Huhuhu bahkan kelewatan lebay. Tetapi bisa begitu cepat berubah style menjadi begitu dewasa dengan pemikiran-pemikiran orang tua.

Siro's Class Gathering

Kata orang jaman SMA itu menyenangkan...hmm...memang sih... Tapi bagiku selama kurun waktu kelas 1 dan 2 SMA hidupku bagai dalam teror... Bukan karena teman-teman sekelasku, tapi...aku terteror oleh mata pelajaran mafia (matematika, fisika dan kimia). Setiap kali ada ulangan harian aku selalu menjadi panitia remidi :(( benar-benar mengenaskan. Setiap kali ada PR hati deg-deg plas tidak karuan, takut disuruh maju mengerjakan di depan kelas. Udah deh...gak sanggup aku kalau harus urusan dengan mafia. Aku mundurrrr... Pokoknya yaa...aku cinta IPS hohoho...
Dengan perjuangan ekstra nangis darah **lebay** aku sampai di kelas 3 huyyeeeee aku lolos dengan sukses masuk ke kelas 3 IPS 1. Hidupku berwarna dan sangattttt menyenangkannn ^o^.
Bersama 36 temanku yang lain (kami satu kelas ber37 lho), setiap hari penuh dengan canda dan santai. "Alon-alon asal klakon" menjadi motto kami yang diprotes oleh pihak sekolah.

Hampir semua siswa di 3 IPS 1 hobi berfoto dan difoto, kami sempat mengabadikan momen-momen penuh kenangan dalam bentuk poster yang kami tempel di kelas. Indah, sungguh... Tidak heran kalau ada banyak foto yang kami simpan. Lulus dari SMA N 1 Pekalongan, kami berpencar. Ada yang melanjutkan studi, ada yang langsung bekerja dan juga menikah. Tetapi tali persaudaraan kami tidak terputus. Masing-masing menuliskan nomor telp/ hp pada buku yang disimpan oleh sekretaris kelas yang siap setiap saat update info untuk reunian dll. Dalam 1 tahun terkadang ada 2 kali acara kumpul-kumpul. Di situ kami berbagi update kabar terbaru.
Lebaran tahun ini, kami bertemu kembali pada H+1 di acara halal bi halal 3IPS1. Acara sengaja di adakan pada H+1 karena sebagian besar dari kami sudah berangkat kerja/ balik ke kota masing-masing pada H+3. Dari 37 orang, hanya hadir 16 orang. Teman-teman yang tidak bisa hadir sedang ada acara keluarga atau pun tidak mudik ke pekalongan. Sebagai manusia yang narsis abiss, kami tidak lupa berfoto.
Selamat Idul Fitri 1432 H
Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Batin
(Posenyaaaa hohoho)
Usilnya teman-teman....si Victe ditutupin wajahnya... OMG kesian banget, ampe hampir nangis dia... Ya gini deh, selalu saja ada yang dikerjain, ada yang diumpetin hohoho
Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali ya teman-teman. Amien.


Jadi heran deh...kok pada suka bgt sih ngegosipin aku... memang susah jadi orang tenarr... :D

#LovelyHani

#Lovely Honey

Di setting oleh Hanifah Sya'roni dengan segala kegalauan hati hihihi. Diberdayakan oleh Blogger.