Pacaran Tidak Sehat

Pacaran itu adalah aktivitas mendekatkan diri dengan seseorang untuk menuju pernikahan, di dalam Islam sering juga disebut sebagai ta'aruf...
Tapi...konotasi pacaran saat ini lebih dekat kepada ajang senang-senang saja, sebagai ajang pembuktian laku tidaknya seseorang dan persaingan gengsi. Banyak dari orang-orang di sekitar kita memandang bahwa pacaran berarti bisa dan boleh having sex serta alasan sebagai pengekangan hak sang pasangan untuk bersosialisasi dengan orang lain...
Hal ini lah yang dikatakan sebagai pacaran tidak sehat, karena di dalamnya terdapat unsur pemaksaan kehendak salah seorang. Seperti yang dialami oleh "mg" temanku... Mg punya pacar, cowoknya selalu melarang MG untuk bertemu dengan teman2nya yang lain (temen SMP/tmn SD/tmn SMA,bahkan saat dia ikut reuni pada saat lebaran kemaren, pacarnya langsung memutuskan MG, dia mau balik dg mg lagi bila mg putus hub ma temen2 sekolahnya...
Mungkin kejadian di atas juga pernah menimpa kita,
Apabila suatu saat hal itu terjadi...kita harus bersikap tegas...
Tidak perlu takut dengan ancaman putus dari pasangan kita yang mencoba mengekang hak kita untuk silaturahmi...
Putus ya putus...
Pacaran bukan untuk dikekang, bukan untuk ditekan...tapi untuk mendekatkan diri seseorang dengan toleransi dan keterbukaan...

Terapi Keluarga - Behavior


Di dalam terapi keluarga behavioral, ditekankan tentang bagaimana mengubah perilaku anggota keluarga / keluarga dengan memodifikasi gejala atau akibat dari suatu tindakan. Penekanan pada penghilangan perilaku yang tidak sesuai menjadi perilaku positif.

Tugas terapis:

a. Menyebutkan tingkah laku maladaptip

b. Memilih tujuan-tujuan yang masuk akal

c. Mengarahkan dan membimbing keluarga untuk merubah tingkah laku yang tak sesuai

Penerapan teori tingkah laku ke dalam konseling keluarga menekankan 3 hal pokok:

a. Menciptakan konseling yang positip

b. Mendiagnosis problem-problem keluarga ke dalam istilah tingkah laku

c. Mengimplementasikan prinsip-rinsip tingkah laku dari penguat dan model

d. Penggunaan model dan permainan peranan dalam proses penyembuhan.

e. Adanya kesepakatan atas hal yang akan diubah antara konselor dan anggota keluarga

Tipe-tipe dalam terapi keluarga behavioral

1. Latihan perilaku orang tua ( behavioral parent training )

Behavioral parent training menunjukkan pada pelatihan keterampilan orang tua. Terapis membantu sebagai pendidik belajar sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk merubah respon orang tua terhadap anak-anaknya. Berubahnya respon orang tua, akan membuat perilaku anak pun berubah.

Tipe ini menggunakan metode verbal dan perbuatan. Di dalam metode verbal mengandung intuksi verbal maupun tertulis. Tujuannya untuk mempengaruhi pikiran. Sedangkan metode perbuatan menggunakan teknik bermain peran ( role playing ), modelling dan latihan tingkah laku yang baik. Fokus utama pada perbaikan interaksi antara orang tua dan anak yang mengalami masalah.

2. Terapi pernikahan / suami istri ( mariage/ couples therapies and education )

Dipelopori oleh Robert Liberman ( 1970 ) dan Richard Stuart ( 1969 ).

4 komponen utama dalam terapi pernikahan/ suami istri ( Hahlweg, Baucom, & Markman, 1988 ) :

  1. Analisis perilaku dalam masalah suami istri

Analisis ini berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh terapis terhadap pasangan, jawaban-jawaban dari angket yang diberikan, dan pengamatan terhadap perilaku keluarga.

  1. Pembalasan yang positif

Membangun teknik pemikiran yang positif dengan ‘caring day” dan “contingency contracts”

“caring day” : hari dimana anggota keluarga saling memperhatikan.

“contingency contracts” :

  1. Pelatihan keterampilan berkomunikasi

Pasangan belajar menggunakan kata ‘saya’ dalam kalimat untuk mengekspresikan perasaan-perasaan mereka. Mereka belajar tentang masalah-masalah “here and now “ yang mereka miliki, dan kemudian merenungkan hal-hal pada masa lalu. Selanjutnya mereka mulai menggambarkan perilaku suami/istri dengan spesifik. Di akhir latihan, pasangan dapat memberikan feedback positif terhadap perilaku pasangan.

  1. Latihan memecahkan masalah

Komponen ini melengkapi pasangan dengan keterampilan memecahkan masalah, seperti menyebutkan ( secara jelas ) apa yang mereka inginkan, kemudian merundingkannya dengan pasangan, serta membuat kesepakatan.

3. Treatment pada Disfungsi seksual ( treatment of sexual disfunctioning )

Digunakan untuk membantu pasangan suami istri yang mengalami gangguan pada hubungan seks mereka, yang kemudian menjadi masalah pasangan. Seperti ejakulasi dini.

Treatment yang diberikan mengandung:

· Pengurangan kecemasan terhadap penampilan mereka

· Pendidikan seks, yang mengandung teknik-teknik dalam hubungan suami istri

· Latihan keterampilan dalam berkomunikasi

· Perubahan sikap

4. Terapi fungsi keluarga ( functional family therapy )

Dalam functional family therapy, pertolongan diberikan apabila hubungan interpersonal antar anggota keluarga dalam keadaan :

1. Contact/ Closeness ( Merging )

Anggota keluarga sama-sama bersaing di dalam keluarga.

2. Distance/ Independence ( Separating )

Anggota keluarga saling memisahkan diri, ada jarak diantara mereka.

3. Kombinasi 1 & 2 ( Midpointing )

TEKNIK-TEKNIK YANG DIGUNAKAN

- Operant conditioning

- Komunikasi dan strategi pemecahan masalah

- Pelatihan

- Contingency contacting

- Bermain peran

- Reinforcement/ penguatan positif

- Modelling

- Punishment/ hukuman

- Reframing

- Psycoeducational methods


DAFTAR PUSTAKA

Gladding, Samuel T. 2002—3rd ed. Family Therapy : History, Theory, and Practice. New Jersey: Upper Saddle River

Piercy, Fred P. & Sprenkle, Douglas H. 1986. Family Therapy. New York: Guilford Press

Siapa Pelakunya?

Sudah seminggu lebih, tapi pelaku woman trafficking yang menjadikanku korban belum juga terlacak... Aku dan 12 teman sejurusan menjadi sasaran sms dan telpon gara-gara nomor hp kami ada yang menuliskan di beberapa grup facebook dengan isi kami melayani sex by phone juga secara langsung asal berani bayar... Yang menjadi persoalan adalah nomor hpku baru ku pakai selama 2 minggu dan hanya ku berikan pada kolega2 di organisasi alumni SMA dan teman2 di jurusanku, sementara itu yang menjadi korban adalah anak BK semua, berarti kemungkinan yang menyebarkan nomor kami adalah anak BK sendiri juga, bukan orang lain atau pun hacker...

Awalnya, aku kira hanya aku sendiri korbannya, setelah aku cek ternyata bukan hanya aku, teman-temanku pun menjadi korban. Banyak sms yang masuk ke nomor kami berupa penawaran untuk having sex... Astagfirullah.... Karena itu lah, aku lapor pada pihak jurusan...bahwa ada indikasi kalau salah seorang anak didiknya mengalami depresi. Buktinya dia menyebarkan nomor hp teman-temannya dengan isi jelek yang otomatis merusak nama baik kami...

Alhamdulillah, sekarang sudah agak jarang yang sms dan telpon (mungkin karena banyak yang aku marahi pas telpon kali ya...) mengganggu kami. Tetapi, pelaku kejahatan ini belum bisa kami lacak batang hidungnya....

#LovelyHani

#Lovely Honey

Di setting oleh Hanifah Sya'roni dengan segala kegalauan hati hihihi. Diberdayakan oleh Blogger.