hujan es batu n angin puting beliung

Minggu, 30 Maret 2008.

Cuaca pagi cukup cerah dan masyarakat sibuk dengan rutinitas sehari-hari. Sebagian besar laki-laki dewasa ke kota sebagai “urban labour “ , sebagiannya lagi sebagai buruh serabutan di desa-desa sekitar Kalilembu, ada juga yang ke pasar berdagang “ brabatan “ dan lain-lain.
Lewat tengah hari cuaca masih cerah, tapi langit di atas pegunungan selatan kec.Karangdadap ( pegunungan dieng ) hitam. Dalam waktu yang relative singkat langit gelap tsb sudah bergeser ke utara, sejurus kemudian terdengar suara angin ribut bersamaan dengan hujan deras. Warga pedukuhan Asem Siketek keluar rumah semua, untuk menghindari kemungkinan buruk bila ada rumah yang roboh karena angina ribut ini. Pohon mangga yang sudah tua di seberang perkampungan kami tumbang dihempas angina kencang. Bagian atas pohon yang banyak dahannya serta rimbun dedaunannya menghajar jaringan kawat listrik PLN di seberang rumahku. Tak ayal lagi, tiang listrik itu roboh, beban berat pohon mangga serta hempasan angin ribut dengan cepat menghajar 2 tiang listrik disebelah selatannya, ambruk ke permikaan bumi. 3 tiang listrik PLN jalur kec. Karangdadap-Doro yang ambruk tersebut membuat kec. Karangdadap gelap pada minggu malam 30 Maret 2008 (beruntung hanya semalam).
Hujan angin yang turun pada jam 13.00 berlangsung selama kurang lebih 30 menit, permulaannya sekitar lima menit angin ribut yang sangat kencang bercampur dengan hujan deras, langsung genting rumah-rumah penduduk beterbangan, tidak ketinggalan dahan kering dan ranting-ranting pohon. Tobong-tobong pembuatan bata merah di tiga desa ( desa Kebon Rowo Pucang, desa Pangkah dan desa Kalilembu ) roboh tak bersisa, apalagi bangunan-bangunan tersebut berdiri di tengah area persawahan. Bengkel las yang bangunannya dari kayu 300 meter di sebelah utara rumahku rata dengan tanah, begitu pula rumah produksi mebel pedesaan, depot rongsok, semua roboh dalam lima menit pertama.
Bapakku dan Fahmi adik ke-dua ku yang sedang flu berat, sudah keluar rumah sejak serangan angin yang pertama, mereka tidak peduli sedang flu ketimbang mati konyol kerubuhan rumah ( untung rumahku tidak apa-apa ). Di luar, bapak mengumandangkan Adzan dengan suara keras, menguatkan hati dan jiwanya dengan mengundang kekuatan yang maha dahsyat, kekuatan yang menguasai kerajaan bumi, langit dan seisinya....Allah...
Fahmi, adikku memungut benda kecil seukuran kelereng yang mengkristal lalu diberikannya kepada Bapak,
” apa ini pak ? ” ...begitu tanyanya...
” Wah, Es batu, ini hujan es berarti Le... Allahu Akbar....”
Ternyata suara kemlotak di atap rumah kami sejak awal itu, adalah butiran-butiran es batu kecil-kecil yang turun bersama air hujan. Bahkan di jalan raya depan rumahku nampak jelas butiran es batu berjatuhan bersama dengan derai hujan yang begitu deras.
Jalan raya utama di depan rumahku yang menghubungkan dengan kecamatan Doro lenggang, pemandangan putih berkabut, jarak pandang kurang dari 2 meter.
Hujan reda pada jam 15.00 sore, meninggalkan rinai gerimis yang tenang. Orang-orang mulai lalu lalang di jalan, beberapa hanya menyingkirkan pohon asem yang tumbang menutup akses jalan 200 meter sebelah selatan rumahku.
Mobil pelayanan langsung PLN, datang ke lokasi robohnya 3 tiang listrik. Beberapa petugas turun melakukan pengecekan, yang lain...dengan menggunakan HT dan HP berkomunikasi dengan kantor , meminta beberapa alat pengganti.
Jam 17.00 sore, alat-alat untuk membereskan gangguan jaringan PLN sudah datang, para petugasnya langsung in action . Sementara itu, beberapa wartawan juga mulai berdatangan. Harian sore Wawasan, AN Teve, SCTV dan lainnya.
Bapak menemani mereka, teman sejawatnya di lapangan, lalu menemui pak camat H. Winarno Adi yang baru tiba di lokasi.
” Saya sedang menunggu laporan lengkap dari tiga desa, Kebon Rowo Pucang, Pangkah dan Kalilembu. Yang penting tidak ada korban jiwa, masih untung juga kejadiannya siang hari sehingga semua dalam keadaan terjaga ” ...demikian keterangan beliau.
********************************************

Aku sendiri...baru mendengar tentang angin puting beliung dan hujan es ini pada selasa siang tanggal1 April 2008. Tentu saja berita ini membuatku tak percaya, kaget, bingung campur panik. Aku langsung menanyakan kepada saudara-saudara sepupuku yang bisa dihubungi untuk klarifikasi kabar tersebut...dan...ternyata benar...
Masih dengan rasa heran dan penasaran aku coba mengecek ke SM online.. aku temukan beritanya di jalur pantura pada tgl 31 maret, tapi di situ hanya tertulis tentang kecamatan Warung Asem ; salah satu yang terkena imbas. Hatiku trenyuh, was was dan bingung...memikirkan nasib keluargaku di kalilembu...apa kah mereka baik-baik saja? Apakah mereka selamat?
Sampai aku melihat sendiri kondisi mereka pada jum’at malam tanggal 4 April 2008, bahwa mereka semua selamat tanpa cidera apa pun...rumah kami juga...
Alhamdulillah... Allah masih melindungi keluarga kami...
Semua kekhawatiranku pun sirna dengan perlahan...meninggalkan kenangan yang terpatri kuat di ingatan...bahwa..dimana pun kita berada...Allah lah yang mempunyai kuasa atas alam ini.

ada apa

udah 1 hampir 1 minggu ini kau ngejauhin q
entahlah..q gak tau ada masalah apa
tiyap kali q mendekat, kau selalu ngejauh
tiyap kali q ngomong kau ogah-ogahan dengerin
jenuh...
q refleksi diri..pa da khilaf q ke kamu...
tapi gada 1 pun cermin yang menunjukkan kekhilafan itu
q bingung...
andaikan..kau mau langsung share "inti masalahnya"
q tak kan sebingung ini
tapi...pa mau di kata...
kau terus membisu
menutup diri dari q
q tak ingin memaksa
q kan coba menjauh dari mu
mungkin...kau sedang ingin sendiri
mungkin kau sedang jenuh dengan diri q
entah mungkin kapan
kau akan membagi masalah ini dengan q
Tq prnz

#LovelyHani

#Lovely Honey

Di setting oleh Hanifah Sya'roni dengan segala kegalauan hati hihihi. Diberdayakan oleh Blogger.