Menuju Langsing dengan Ngegowes

Bike To Work, atau biasa dikenal dengan rombongan pekerja yang nyari hemat 
#ngiikkk itu lak kamuuu han (hehehe tauuu ajaa deh).
Bike to Work (nyontek dari markasnya) adalah sebuah aktifitas ke tempat kerja dengan menggunakan kendaraan non motorized, yaitu sepeda yang mempunyai nilai manfaat bagi diri sendiri, orang lain, serta lingkungan.

Uhuuuyyy kereeeennn kaaannn... perjalanan menuju kantor tanpa membuat polusi buat lingkungan kita..

Sebenarnya, bike to work bukan lah hal yang baru buatku, karenaaaa... dari SD sampai SMA aku ke sekolah memakai sepeda, kecuali di saat-saat tertentu (dijemput babeh).
Itulah, yang membuatku terkesan 'biasa saja' ngegowes dari rumah menuju kantor pp. Awal mulanya, sebagai anak gadis (ciyyeeee) babeh selalu mengantar jemputku dari rumah ke kantor setiap hari, jadi bapak dan ibuk ceritanya kuwatirrr berlebihan terhadapku. Takut anak perawannya mampir ke sarang penyamun (ngiiikkkkk) hahahaha...

Dari kurun waktu Februari 2011 sampai November 2011, perjalanan berangkat kantor dan pulang kantor diantar jemput bapak. Rada bikin jengah, ketika sebagai orang dewasa tetapi berada di ketek ortu, cumaaaann... yah beginilah nasib anak perawan yang sangat disayang #plakkss (disamplok bakiak tetangga).
Bekerja selama hampir 1 tahun, tubuhku pun melaaarrrr, jadi endutan karena gak pernah gerak. Alhasil ibuk pun ngomel-ngomel, dibilang bagaikan drum... hikss... yahhh dengan tinggi 149CM memang riskan terlihat buleeett bila berat badan lebih dari 48Kg. 
Zzzz... kebetulan berat badanku saat itu udah naik ke angka 54Kg *tutup mata*

Jadilah, sepeda kesayanganku digunakan lagiii huehueeeeee....

Di Pekalongan sini, orang berlomba-lomba membeli motor, apalagi bagi kaum pekerjanya. Jadi ketika aku setiap hari mengayuh sepeda onthelku tercinta... mereka berkasak-kusuk... Hampir setiap orang yang melihatku terbengong-bengong, heran, takjub dengan keputusanku...
Ya ampuuuunnnnn jarak rumah ke kantorku yang 12KM itu jauh banget menurut mereka. Seolah-olah, hani adalah manusia lemah tanpa tenaga 
#uhuk sepertinya, aku adalah gadis rentan bagi semua orang. -___-'
Sementara bagiku sendiri, jarak 12KM ini jarak yang cukup untuk membakar lemak-lemak berlebih di tubuhku huhuhu

Tidak sekali dua kali, orang bilang :
"mbaaa lha mbok numpak motor, kok senenge mayah awak koyo kuwi" 
(mba mending naik motor, senangnya kok mempersulit diri sendiri, translet) hahahag...
Ada stereotip di sini bahwa mengayuh sepeda setiap hari dr rumah ke tempat kerja itu gak gengsi gak keren dan cari susah...
Tapi, seperti biasa... biarlah mereka tetap menggongong hanifah terus berlari (#pletaakkk)

Pertamanya ngegowes (setelah 6tahun menjadi anak manja tanpa olah raga ekstra keras) ke kantor perlu waktu kurang lebih 50menit, rasanya ngos-ngosan dannn basah kuyup penuh keringat...
Begitu tiba di kantor, langsung ngibritt mandi hehehehe... (dari rumah engga mandi). Baru setelah jalan seminggu aktivitas bike to work ini, aku bisa mencapai waktu perjalanan 40 menit, cukup lah... pas dengan ritme ngebut.. *dijitak*
Rutinitas itu berlangsung hampir 5 bulan (Nov 2011-Mei 2011), daaaaaannnnnn alhamdulillah tubuhku yang tadinya megar langsung singset, menjadi 45Kg, uuyyy turun juga beratkuuuh hihihi...

Sampai kemudian, terjadilah musibah kecil.
Di tgl 19 Februari 2013, hari kamis bagdal maghrib diperjalanan dari kantor ke rumah aku menjadi korban penjambretan yang gagal. Walau gagal dijambret tetapi aku tetap jadi korban, kepala mblocor darah huhuhu
Saat itu aku sukses mengalami yang namanya 'gegar otak ringan' dan lecet-lecet parah di lutut tangan juga wajah. 5 hari penuh cuti sakit, bedrest di rumah.


Sejak itu lah, bapak dan ibuk tidak mengijinkan aku ngegowes ke kantor. Pergi dan pulang kantor, diantar dan dijemput bapak. Apalagi main ke mana... huaaa huuuaaaa aku pun bagaikan burung dalam sangkar emas. Selama tahun 2013, aku pun menjadi putri bapak yang selalu dikawal...
Berangkat dititipkan ke bus rute doro-pekalongan, pulang dijemput.
Akhirnya, badanku endutan lagi.
Ternyata q ga boleh menikmati duduk manis santai di perjalanan ke kntor.
Yahhh... sepertinya memang aku harus kerja keras untuk selalu menjadi langsing dan singset #ngiikkk
Ibuk mbengok lagi, menyuruhku untuk menurunkan berat badan, hahahag jadi seperti inilah... mariii ngegowesssssss...
Jangaannn kahawatirrr, karena bike to work buaaanyakk bangettt manfaatnya. Sehat, hemat, uang bensin bisa untuk beli baju baru :p

Manfaat #1 Menghemat Uang
   Ongkos ngebis Rp 3.000, dalam sebulan sudah menghemat Rp 72.000 (berangkatnya)
   Bensin sekali perjalanan Rp 6.500, dalam sebulan menghemat Rp 156.000 (pulangnya)

Manfaat #2 Lebih Sehat :
  1. Tetap Fit/Turunkan Berat Badan. Ingin punya berat badan ideal, bersepeda adalah solusinya. Olahraga bersepeda adalah olahraga yang bersifat aerodinamis yang baik bagi kesehatan jantung dan menurunkan resiko terkenanya penyakit kencing manis ataupun tekanan darah tinggi. Nah kann... cocok banget buat aku yang darah tinggi ini.
  2. Mengurangi Depresi / Kecemasan. Menurut penelitian, olah raga rutin 30 menit terbukti dapat menurunkan tingkat depresi serta kecemasan. 
  3. Paru yang Sehat. Pengguna sepeda akan menghirup polusi yang lebih sedikit dibanding dengan para pengguna kendaraan bermotor ataupun kendaraan umum.
  4. Meningkatkan Koordinasi Tubuh. Otomatis kemampuan kita dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh akan semakin terasa lebih baik lagi dengan bersepada. Latihan ini akan membuat tubuh semakin lincah dan lentur.
  5. Waktu Bersantai Lebih Banyak.Tidak perlu lagi menyisihkan waktu untuk berolahraga. Waktu ini dapat digunakan untuk melakukan hal-hal lain yang Anda senangi.

Kembali ngegowes dari januari 2014, membantu mengurangi berat badan. Lumayan siihh, turun 4 kg sampai saat ini. Badan terlihat padat, keras, liat dan penuh keringatttt hahahaha
Yang pasti, baju sudah mulai muat lagi untuk dipakai.

Dalam perjalanan menuju kantor, di areal persawahan Watusalam Buaran Pekalongan
Jangan takut, jangan grogi apalagi gengsiiiii untuk bike to work. Yang harus diingat, selalu check kondisi roda, ban, pantil dan pedal. Pedal lepas ketika di jalan itu gak mengenakkan #pengalaman
Ban yang kempes juga tidak mendukung untuk kelancaran kita mengayuh.
Oiya satu lagiii, sebaiknya bila jarak yang kita tempuh lebih dari 5KM... mending tidak memakai pakaian kerja dari rumah. Pakailah kaos longgar, celana pendek/ panjang yang nyaman (artinya tidak mengganggu gerak kaki waktu mengayuh), pakai tas yang tidak mengundang perhatian orang. Daaannn minimalisir barang bawaan kita. Ketika tas kita terlihat menarik, itu bisa menjadikan kita sbg target operandi PENJAMBRET.

Baju kerja bisa dipakai di kantor setelah badan kita bersih dari keringat dan debu perjalanan.


Dengan pakaian kerja, di kantor

Sudah segar dengan pakaian kantor

Jalanan di areal persawahan desa kertoharjo, salah satu jalan alternatifku

Menikmati suasana panen

Bertemu dengan ibu2 petani yang siap #nderep


Manfaat ini dikutip dari Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/lets-bike-to-work

0 comments:

Posting Komentar

Tararengkyuh ^^,

#LovelyHani

#Lovely Honey

Di setting oleh Hanifah Sya'roni dengan segala kegalauan hati hihihi. Diberdayakan oleh Blogger.